Saya menulis tentang kota-kota yang jarang masuk berita.
Delapan tahun terakhir saya menulis reportase, esai, dan profil dari Kalimantan Barat: tentang pasar yang akan dibongkar, perpustakaan yang bertahan, dan orang-orang yang merawat hal kecil. Saya menulis pelan, memeriksa dua kali, dan menyerahkan naskah tepat waktu.
Bagas WicaksanaPenulis & jurnalis lepas · PontianakMenerima penugasan liputan dan penulisan panjang
Tulisan pilihan
Reportase · Majalah Tepian (contoh) · Agustus 2026 · 12 menit baca
Los Pasar yang Menunggu Dibongkar
Tiga generasi pedagang bertahan di los besi peninggalan lama. Tahun depan bangunan itu diratakan, dan tidak semua dari mereka akan pindah.
Wawancara pertama memberi fakta. Kunjungan ketiga memberi cerita.
Dua sumber untuk setiap angka
Angka yang tidak bisa saya periksa tidak saya tulis.
Kalimat pendek dulu
Kalau sebuah kalimat perlu dibaca dua kali, yang salah penulisnya.
Dimuat & bekerja di
Majalah Tepian · Harian Khatulistiwa · Jurnal Ruang Kota (contoh)Penulis lepas. Rata-rata dua tulisan panjang per bulan.
Harian Khatulistiwa (contoh)Reporter. Desk kota dan pendidikan.
Penerbit kampusPenyunting buku. Tiga buku kumpulan esai mahasiswa.
Penghargaan & pendidikan
Nomine penghargaan jurnalistik daerahKategori tulisan khas (contoh)
Sarjana Sastra IndonesiaUniversitas Tanjungpura
Catatan pendek
Buku pertama
Sedang menyusun kumpulan reportase tentang pasar-pasar di Kalimantan Barat. Rencana terbit 2027.
Kelas menulis
Mengisi kelas penulisan feature untuk pers mahasiswa, empat pertemuan.
Saya belajar menulis dari mendengarkan.
Ibu saya penjual kue di pasar, dan masa kecil saya habis mendengar orang bercerita sambil menunggu kembalian. Sampai sekarang cara kerja saya tidak banyak berubah: duduk, mendengar, mencatat, lalu memeriksa lagi. Di luar menulis, saya mengajar kelas feature untuk pers mahasiswa.
Menulis sejak
2018
Tulisan terbit
± 140
Bahasa
Indonesia, Inggris
Punya cerita yang perlu ditulis, atau naskah yang perlu disunting?